YCC ke-8 PMI Garut Diikuti 94 Sekolah, Uji Keterampilan PMR
DASPUBLIKA.COM, GARUT — Sebanyak 94 sekolah mengikuti Youth Center Competition (YCC) atau Gerakan Anak PMR ke-8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut pada 19-20 September 2026.
Peserta terdiri atas 55 sekolah tingkat Wira (SMA/sederajat) dan 39 sekolah tingkat Madya (SMP/sederajat). Mereka mengikuti rangkaian kompetisi yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi No. 3.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI, yang puncaknya akan berlangsung pada 27 September 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi antarsekolah, YCC menjadi ruang bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) untuk menguji keterampilan, pengetahuan dan kreativitas yang mereka peroleh melalui kegiatan kepalangmerahan di sekolah.
Ketua PMI Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman, mengatakan pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dalam keberlangsungan gerakan kepalangmerahan. Melalui PMR, para pelajar diperkenalkan pada nilai-nilai kemanusiaan sekaligus dibekali keterampilan yang dapat berguna ketika menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kegiatan YCC tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang menjadi juara. Di balik kompetisi terdapat proses latihan, pembelajaran, kedisiplinan dan interaksi antarpeserta yang menjadi bagian dari pembentukan karakter anggota PMR,” katanya, Sabtu, (19/9/2026).
Proses tersebut menjadi penting karena kerja kemanusiaan membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Seorang relawan membutuhkan kepedulian, keterampilan, kemampuan bekerja sama dan kesiapan untuk bertindak ketika orang lain membutuhkan bantuan.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus staf Bidang Relawan PMI Kabupaten Garut, David Moch. Yusuf, menjelaskan YCC ke-8 tahun 2026 mempertandingkan sembilan kategori perlombaan.
“Kesembilan kategori tersebut adalah pertolongan pertama, perawatan keluarga, tandu darurat, desain poster, Ranking 1, cuci tangan, video edukasi, paduan suara dan promosi kesehatan,” jelas David.

Masing-masing kategori memiliki karakter berbeda. Lomba pertolongan pertama, perawatan keluarga dan tandu darurat menitikberatkan pada keterampilan teknis yang berkaitan langsung dengan kepalangmerahan.
Peserta dituntut bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut secara tepat. Kemampuan bekerja sama dan berkoordinasi menjadi bagian dari proses perlombaan.
Sementara itu, lomba desain poster, video edukasi dan promosi kesehatan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pesan kesehatan dan kemanusiaan dengan pendekatan kreatif yang dekat dengan dunia anak muda.
Lomba Ranking 1 dikemas seperti cerdas cermat, tetapi setiap sekolah hanya mengirimkan satu orang peserta. Format tersebut memberikan tantangan tersendiri karena peserta harus mengandalkan pengetahuan dan kemampuan individu dalam menjawab pertanyaan.
Adapun paduan suara memberikan ruang ekspresi seni dalam rangkaian kompetisi PMR tersebut.
Dengan sembilan kategori perlombaan, YCC tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam memahami materi kepalangmerahan. Pengetahuan, keterampilan praktis, kreativitas, komunikasi dan kerja sama menjadi bagian yang sama-sama mendapatkan ruang.

Bagi PMI Kabupaten Garut, pola pembinaan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi relawan. Lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang awal untuk menanamkan nilai kemanusiaan sekaligus membiasakan generasi muda memiliki kepedulian terhadap orang lain.
Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah piala atau peserta yang menjadi juara. Pengalaman selama mengikuti perlombaan juga menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat dibawa kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing.
Ketika seorang pelajar belajar memberikan pertolongan pertama, membuat tandu darurat, memahami pola hidup sehat, menyampaikan pesan edukasi atau bekerja dalam sebuah tim, pada saat yang sama mereka sedang belajar menghadapi persoalan nyata yang mungkin ditemui di luar arena perlombaan.
YCC ke-8 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan proses latihan tersebut. Sebanyak 94 sekolah yang terlibat membawa pengalaman dan kemampuan masing-masing untuk berkompetisi sekaligus berinteraksi dengan anggota PMR dari sekolah lainnya.
Kegiatan selama dua hari itu sekaligus menjadi bagian dari perjalanan PMI Kabupaten Garut menuju peringatan HUT ke-81 PMI pada 27 September 2026.
Momentum tersebut bukan hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali proses regenerasi dan sejauh mana nilai-nilai kemanusiaan terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Dari Markas PMI Kabupaten Garut, proses itu terlihat melalui para pelajar yang belajar untuk sigap, peduli dan mampu membantu sesama.
Sebab, pada akhirnya, PMR bukan hanya tentang siapa yang menang dalam sebuah perlombaan. Lebih jauh dari itu, PMR merupakan salah satu pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal kerja-kerja kemanusiaan dan membangun kebiasaan untuk hadir ketika orang lain membutuhkan pertolongan. (*)