Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
DasPublika.com

Das Publika

DasPublika.com

Das Publika

  • Home
  • Redaksi
    • Tantang Kami
  • Home
  • Redaksi
    • Tantang Kami
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
GarutJawa BaratKesehatan

PMI Garut Tutup Pelatihan PP Intermediate, Relawan Siap Naik Level

By daspublika
August 2, 2026 3 Min Read
0

Daspublika.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut resmi menutup Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) Tingkat Intermediate yang berlangsung selama empat hari, 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Aula Klinik Rumah Thalasemia PMI Kabupaten Garut. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas relawan agar mampu memberikan pelayanan kemanusiaan secara profesional, berkarakter, dan berintegritas.

Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PMI Pusat, Ahmad Athorid, yang ditugaskan untuk memberikan pembekalan kepada relawan PMI sesuai standar kompetensi nasional yang telah ditetapkan PMI Pusat.

Ketua PMI Garut Helmi Budiman mengatakan, peningkatan kompetensi relawan merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Menurutnya, relawan merupakan ujung tombak pelayanan kemanusiaan sehingga harus dibekali kemampuan yang terus diperbarui sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini kami ingin melahirkan relawan yang profesional, berkarakter, dan berintegritas. Kompetensi pertolongan pertama harus terus ditingkatkan agar setiap relawan siap memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman kepada masyarakat,” ujar Helmi.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Athorid menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan PMI Kabupaten Garut merupakan bagian dari kurikulum resmi PMI Pusat yang diterapkan secara nasional.

“Pelatihan ini menggunakan kurikulum yang telah ditetapkan PMI Pusat sebagai standar untuk meningkatkan keterampilan relawan PMI di seluruh Indonesia. Jadi materi maupun kompetensi yang diberikan sudah baku dan menjadi acuan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan tingkat Intermediate merupakan jenjang lanjutan setelah peserta menyelesaikan pelatihan Basic. Ke depan, relawan masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi ke jenjang Advance hingga pelatihan khusus Ambulans.

“Intermediate bukan akhir dari proses belajar. Setelah ini masih ada jenjang advance dan ambulans. Kami berharap PMI Kabupaten Garut terus mendorong relawannya untuk meningkatkan kompetensi sehingga memiliki kemampuan yang semakin lengkap dalam pelayanan kemanusiaan,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, kompetensi tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai situasi, mulai dari penanganan korban kecelakaan lalu lintas, bencana alam, hingga kasus-kasus kegawatdaruratan medis yang memerlukan tindakan cepat sebelum pasien mendapatkan penanganan lanjutan.

Selain mampu memberikan pertolongan langsung, para peserta yang dinyatakan lulus juga diharapkan menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

“Alumni pelatihan ini nantinya tidak hanya mampu melakukan pertolongan pertama sesuai standar PMI, tetapi juga dapat menyosialisasikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat maupun lingkungan sekolah sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami tindakan penyelamatan dasar,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi penilaian awal korban, bantuan hidup dasar, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian perdarahan, penanganan cedera jaringan lunak, pembidaian, evakuasi korban, hingga berbagai simulasi kasus yang mendekati kondisi nyata di lapangan.

Ahmad menilai para peserta menunjukkan perkembangan yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia menyebut para instruktur akan merekomendasikan peserta yang memenuhi seluruh standar kompetensi untuk memperoleh sertifikat resmi dari PMI Pusat.

“Saya melihat semangat belajar relawan PMI Kabupaten Garut sangat baik. Setelah mengikuti seluruh proses pelatihan dan dinyatakan memenuhi kompetensi, mereka akan direkomendasikan untuk memperoleh sertifikat dari PMI Pusat sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Menutup pelatihan, Ahmad berpesan agar para relawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan jenjang intermediate.

“Jangan pernah berpuas diri sampai di sini. Dunia kemanusiaan terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Sekarang adalah era kompetensi. Pengalaman saja tidak cukup tanpa dibuktikan dengan kompetensi yang jelas dan tersertifikasi. Karena itu, teruslah belajar, berlatih, dan tingkatkan kemampuan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, PMI Kabupaten Garut berharap para alumni mampu menjadi relawan yang semakin siap menghadapi berbagai situasi kedaruratan sekaligus menjadi penggerak edukasi pertolongan pertama di tengah masyarakat. Kehadiran relawan yang kompeten diharapkan semakin memperkuat pelayanan kemanusiaan PMI Kabupaten Garut dalam bidang pertolongan pertama, ambulans, maupun penanggulangan bencana. (*)

Tags:

#pmigarut
Author

daspublika

Follow Me
Other Articles
Previous

PMI Garut Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Intermediate

Next

Ketika Bung Hatta Menyaksikan Luka Garut Akibat Konflik DI/TII

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • PMI Kecamatan Singajaya Gelar Donor Darah Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
  • Semarak HUT RI ke-81, PMI Blubur Limbangan Gelar Donor Darah
  • PMR MAN 1 Garut Sukses Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian Lewat Aksi Kemanusiaan
  • HUT ke-81 RI, PMI Pameungpeuk Garut Gelar Donor Darah untuk Masyarakat
  • Peringati HUT RI, PMI Cibalong Garut Gelar Donor Darah

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026

Categories

  • Garut
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
Copyright 2026 — DasPublika.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme