PMI Garut Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Intermediate
GARUT, Daspublika.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut terus memperkuat kapasitas relawannya melalui Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) Tingkat Intermediate yang digelar pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Aula Klinik Rumah Thalasemia PMI Kabupaten Garut.

Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PMI Pusat, Ahmad Athoridh, yang memberikan pembekalan kepada peserta melalui materi teori, simulasi, hingga praktik penanganan korban dalam berbagai situasi kegawatdaruratan.
Ketua PMI Kabupaten Garut Helmi Budiman mengatakan peningkatan kompetensi relawan merupakan investasi penting bagi organisasi kemanusiaan. Menurutnya, relawan PMI harus memiliki kemampuan yang terus diperbarui agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan ini kami ingin melahirkan relawan yang profesional, berkarakter, dan berintegritas. Kompetensi pertolongan pertama harus terus ditingkatkan agar setiap relawan siap memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan aman ketika dibutuhkan masyarakat,” kata Helmi.

Sementara itu, pemateri dari Badiklat PMI Pusat, Ahmad Athoridh, menegaskan bahwa pertolongan pertama bukan sekadar menguasai teknik, melainkan juga membangun cara berpikir yang benar ketika menghadapi kondisi darurat.
“Pelatihan tingkat intermediate ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan penilaian situasi, mengambil keputusan yang tepat, serta memberikan pertolongan sesuai standar PMI. Seorang penolong yang baik bukan hanya cepat bertindak, tetapi juga memahami prosedur sehingga keselamatan korban maupun penolong tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pertolongan pertama sangat ditentukan oleh latihan yang berkesinambungan.
“Keterampilan pertolongan pertama adalah kemampuan yang harus terus diasah. Semakin sering berlatih dan melakukan simulasi, semakin siap relawan menghadapi kondisi nyata di lapangan,” tambahnya.
Selama empat hari pelatihan, mulai dari jam 08.00 – selesai, peserta mempelajari berbagai materi, mulai dari penilaian awal korban, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian perdarahan, penanganan patah tulang, cedera jaringan lunak, teknik pembidaian, evakuasi korban, hingga praktik penanganan berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Pelatihan tingkat intermediate merupakan jenjang lanjutan setelah pelatihan dasar pertolongan pertama. Pada level ini peserta dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi secara efektif, dan mengambil keputusan berdasarkan standar operasional PMI.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Garut berharap semakin banyak relawan yang memiliki kompetensi tinggi sehingga mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, aman, dan profesional kepada masyarakat. Kehadiran instruktur dari Badiklat PMI Pusat juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelatihan agar selaras dengan standar nasional yang diterapkan oleh Palang Merah Indonesia. (*)